“……….RUMAHKU DI TENGAH SAWAH….
………..KUPETIK BUNGA YANG INDAH……
……….KUBERIKAN..IBU DAN AYAH……….”
Sajak sederhana yang sangat sering kami lafalkan tatkala masih menyandang status “bocah”. Saat itu rumahku tidak di tengah sawah, tidak ada bunga yang bisa kupetiki (kecuali bunga nusa indah milik tetangga kami) dan kedua orang tua kami yang selalu tersenyum hangat melihat keluguan kami.
“…RUMAHKU DI TENGAH SAWAH…
….KUPETIK BUNGA YANG INDAH….
….KUBERIKAN..IBU DAN AYAH…….”
Hmm..yah…. u know what? Rumahku kini benar-benar di tengah sawah, lengkap dengan segala atribut pengusir burung-burung nakal pemakan biji yang mengincar bulir-bulir padi yang mulai menua.
Sunari yang selalu kencang tabuhnya diterpa angin pantai yang menusuk hingga ke sumsum.
Kini aku pun rajin memetiki bunga-bunga, namun kali bukan bunga nusa indah tetangga teman. Lalu kami menata bunga2 segar itu setiap hari. Untuk kami persembahkan hanya pada mereka yang selalu tercinta.
Bukan teman… yg kami persembahkan bukan vas bunga atau ikebana…
tetapi.. CANANG…..







“RUMAHKU DI TENGAH SAWAH”
Ya..,memang itulah yang kini terjadi pada alam kita.
Sawah2 udah pada berubah menjadi rumah/ruko,dan yg lainnya.
rumah kini berada diantara sawah2 yang kini kian berkurang karena alih fungsi lahan semakin tidak terbendung lagi.
semoga saja sawah2 di Bali tidak terus2an berubah menjadi rumah.
salam
Ady Gondronk
http://baliage.co.cc
Thanks fo’ the comment bro..
yap..semakin lama semakin sedikit jalur hijau di Bali
mudah2an sawah di sekitar rumah ngga ikutan amblas..
salam
panca
waaah, damainya. ajak2 dong mbak.
Mimih..jadi gak enak nech dipanggil mba sama bli Anton yg tersohor hehe.. tiang nak kari bajang nike =) masih nunggu dilamar hehehe
anyway thank u fo’ the comment bli anton
regards,
panca
dulu waktu jaman esde sampe esempe rumah saya jg di tengah sawah di daerah renon, deket2 tvri. jalan merdeka waktu itu belum ada, masih berujud jalan setapak di tengah sawah-sawah tempat aku maen layangan dan cari belut. di tengah sawah yang sekarang jadi jalan merdeka aku suka bawa buku pr ku ke gubug pak tani yang skarang jadi gedung salah satu provider gsm, bikin pr di sana sambil tidur-tiduran denger suara sunari dan nikmatin hembusan angin…
huhu, jadi kangen sama sawah-sawah itu…
weits, nunggu dilamar?
kapan nikah mbak? hehehe
*ikut panggil mbak
wah..saya beruntung dunk kalo gt ya..hehe
ternyata bli viar sring main2 di sawah juga..emang damai sekali..
salam,
panca
beh pak guru..milu2 gen :p hehe
kapan yach? hmmmmm…